Pengembangan Kelapa Dalam Diharapkan Dibantu CSR Bank Kalsel

Pengembangan Kelapa Dalam Diharapkan Dibantu CSR Bank Kalsel
Rapat kerja Komisi II DPRD Kalsel bersama PT Bank Kalsel di Banjarmasin, Rabu (29/7/2026). (ANTARA)

https://www.instagram.com/seputar_kota_kalsel/?hl=enseputar-kota.com

Banjarmasin seputar kota.com  - Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan bantuan PT Bank Kalsel melalui "Corporate Social Responsibility" (CSR) untuk penanaman/pengembangan kelapa dalam di provinsinya. 

Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi II masing-masing H Suripno Sumas dan H Jahrian mengemukakan harapan itu saat rapat kerja bersama  dengan Bank Kalsel atau "Banknya Urang Banua" di Banjarmasin, Rabu siang. 

Sebelumnya Sekretaris Komisi II menuturkan prospektif pengembangan kelapa dalam antara lain menjadi komoditas bernilai ekspor, namun bagi Kalsel masih terkendala modal atau pembiayaan seperti halnya untuk realiasasi 1.100 hektare (ha) pada Tahun 2026.

"Sebagaimana halnya untuk Kabupaten Barito Kuala (Batola) seluas 600 ha. Apalagi lahan buat menanam kelapa dalam tersebut berupa rawa, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar bisa tumbuh dari berkembang maksimal," ujar Jahrian. 

Sementara itu, Suripno Sumas menambahkan, bahwa keberhasilan merealisasi penanaman 1.100 ha merupakan pintu masuk untuk 5000 ha berikutnya. 

Rencana penanaman kelapa dalam di Kalsel 2026 seluas 600 ha di Batola, dan 500 ha di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang relatif tidak masalah. 

Oleh sebab itu, Suripno, anggota DPRD Kalsel tiga periode dari daerah pemilihan Kota Banjarmasin tersebut juga berharap  Banknya Urang Banua memberitahu bantuan berupa CSR. 

"Seperti hutan galam di Batola tak mudah untuk mengolah lahan buat penanaman kelapa dalam, kecuali mungkin dengan bantua biaya. Sebab dana dari Kementerian Pertanian tidak mrncukupi," ujar Suripno. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel H Fachrudin menyatakan, pada prinsipnya menyambut positif atas harapan kedua wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Banjarmasin serta Batola itu. 

"Untuk pemberian CSR, kemungkinan pada 2027, sedangkan di 2026 tampaknya sudah terbagi," tutur. Fachrudin seraya menambahkan, bahwa jatah Bank Kalsel hanya satu persen, kecuali dari pemerintah daerah mendapat alokasi 5 psrsen," kata Fachrudin. 

Namun Dirut Bank Kalsel itu berjannji akan membantu mencarikan solusi agar tergat merealisasikan penanaman 1.100 ha kelapa dalam di provinsinya jangan sampai gagal. 

BACA JUGA :

BACA JUGA :

 

Iklan

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment